Langsung ke konten utama

Curhat terus

Hai..  Apa kabar? Aku harap kamu baik baik aja dan selalu dalam lindungan Tuhan. 

Waktu itu, aku liat kamu loh. Hehe. Iya aku liat kamu, dengan gayamu yang khas. Tapi, aku gak manggil kamu. Aku juga gak tau kamu liat aku atau engga. 

Kamu tau kenapa aku gak panggil kamu? Aku takut. Takut kalau kamu malah berpaling ketika aku memanggil mu. Melihatmu, dari kejauhan saja itu sudah cukup buatku. 

Kamu tau? Perasaan itu masih sama. Perasaan saat pertama kali kamu genggam tanganku, saat kamu memegang pipiku, saat kamu merapikan rambutku, saat kamu dengan Setia menunggu ku yang lama ketika keluar dari bioskop. 

Perasaan itu belum hilang. Yaa aku tau mungkin aku bodoh. Kenapa juga aku masih menyimpan perasaan ini. Tapi hey. It's not a problem right? 

Aku masih suka membaca ulang semua chat kita. Aneh ya? Emang. Tapi itulah faktanya. Berulang ulang kali sampai aku hafal. Dan lucunya aku masih suka tertawa, marah, bete, kesel, dan nangis like an idiot. 

Kenapa sih aku galau terus? Atau kenapa sih nih orang nyinyir mulu. Pasti kamu mikir gitu. 

Sebenernya aku cuma suka iseng atau bahkan mengungkapkan apa yang aku rasa. Karna menulis itu udah jadi bagian dari hidup aku. 

Aku pernah menulis 1buku puisi tapi bukunya hilang gatau kemana. Makanya aku memanfaatkan media sosial yang aku punya. 

Ah.. Aku bingung hehe bingung gimana caranya supaya gak rindu sama kamu. Rindu sama senyum mu. Rindu jokes receh kamu. Aku rindu kamu pokoknya. Kamu rindu gak? Oke aku tau jawabannya. Kamu gak rindu aku. Hehe gak apa apa. 

Oh iya. Aku gatau kamu baca atau engga semua tulisan aku di blog ini, tapi yang aku tau hampir semua tulisan aku di blog ini tentang kamu. 

Nanti deh kapan kapan aku tulisin puisi bukannya curhat gak jelas gini hehe.. Kamu mau nunggu gak? Yaa kalo gamau gapapa sih aku tetep bakal bikin puisinya.. 

Yaudah deh itu aja dulu.. 

Regrads
-murni (mut)- 
Aku yang pernah ada dihati kamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Singkat

pagi ini, angin berhembus menerbangkan helaian rambutku. saat ini, aku berdiri ditepi hamparan laut luas nan indah ditemani cahaya matahari yang masih malu-malu menunjukkan wujudnya. melihat betapa tenang ombak menerpa tepinya menyentuh jari-jari kakiku. andai.. andai saja aku bisa membuang memory kejadian masalalu ku bersamaan dengan ombak yang terbentang luas dilautan. "sendirian aja?" "gak baik loh, cewek sendirian ditepi pantai, apalagi sambil nangis" aku tetap diam "saya temani sampai kamu lega dan berhenti menangis" aku menangis. menangisi masa lalu yang tak dapat terulang. sungguh miris memang. untuk apa mengingat masalalu yang tak seharusnya aku ingat. "menangislah sampai kamu puas, tapi setelah ini tolong jangan buang air matamu untuk kesekian kalinya untuk hal yang sama seperti ini. karna, kamu harus tau ari mata mu lebih berharga dari dia yang telah menyakitimu" aku menoleh padanya, memperhatikannya yang menatap lurus kedepan....