Langsung ke konten utama

Hubungan yang dewasa

Hubungan yang dewasa itu seperti apa sih?

Siapa yang diantara kalian sudah memutuskan untuk menjalani sisa hidup kalian sama pasangan kalian yang saat ini ada disamping kalian? Mendampingi kalian, menemani dikala susah dan senang, dan selalu ada untuk kalian disaat kalian butuh.

Perlu kalian ketahui, semakin serius relationship, biasanya akan semakin banyak hal hal yang akan terjadi dalam hubungan kalian. Dari hal yang menurut kalian sepele, bahkan sampai hal yang fatal.

Terkadang, berakhirnya sebuah relationship yang serius itu adalah hal yang sepele lalu dibesar besarkan oleh pasangan kalian. Misalnya, dia lama bales chat nya lalu kamu marah marah sama dia, kamu bilang ke dia kalo kamu bukan prioritas nya makanya dia lama bales chat kamu. Atau dia pergi sama temen nya, dan gak ngabarin kamu. Lalu kamu marah sama dia dan bilang dia lebih mentingin temen temennya dibanding kamu.

Menurut beberapa orang hal yang kaya gitu adalah hal yang sepele, tapi menurut beberapa orang juga itu adalah hal yang fatal. Banyak yang mengucap kata pisah hanya karna hal sepele yang di besar besarkan. Lalu saat pisah, mereka akan berkata "kita gak cocok", "dia lebih senang tanpa aku", "dia gak nahan aku untuk pergi", "aku capek".

Menyatukan dua kepala menjadi satu itu butuh proses, gak semua nya instan. Terkadang kita harus mengalami semua hal itu untuk mengukur seberapa serius kita sama pasangan kita. Jika saat ada masalah yang selalu kalian ucapkan adalah kata pisah, mau sampai kapan kalian terus bertemu orang baru dan coba untuk mencintai lagi? Mengenal keluarganya lagi? Merasa nyaman?

Bukan hubungan yang harus diakhiri ketika ada masalah, tapi masalah yang harus diakhiri.  Mengakhiri masalah lewat chat tidak akan menemukan ujung nya, karna beda cara bicara, beda nada suara. Datang, dan temui dia. Peluk dia, dan tersenyum. Gak semua masalah harus diakhiri dengan kata pisah.

Buat kalian yang sekarang sedang berjuang mempertahankan hubungan kalian dan berfikir untuk mengakhiri hubungan, coba temui pasangan kalian, bicarakan baik baik apa permasalahannya, coba ingat bagaimana awal pertama kali kalian jatuh hati, melewati berbagai masalah berdua dan masih saling menggenggam.

Untuk kalian yang suka membesarkan hal kecil, coba fikirkan baru hal kecil saja kamu sudah membesar besarkan dan ingin menyerah, bagaimana jika kamu dihadapkan dengan masalah yang sangat besar? Tidak ada salahnya mengalah, dan meminta maaf. Perbaiki sifat kekanak-kanakan, agar hubungan kalian juga akan baik baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berpisah bukan berarti tidak sayang

Sayang... Maaf jika aku harus mengakhiri ini semua Bukan karna aku tidak sayang.. Namun karna aku benar benar sayang dan ingin kamu bahagia..  Walaupun bahagia mu bukan bersamaku. Bagiku itu sudah lebih dari cukup..  Sayang.. Ketahuilah sampai saat ini hatiku masih untukmu..  Sampai detik ini aku masih menyayangimu..  Sampai detik ini aku masih merindukanmu..  Sayang.. Berbahagialah kamu dengan hidupmu yang sekarang Aku hanya bisa mendoakan untuk kebaikanmu..  Aku menyayangimu, aku mencintaimu, tapi bukan berarti aku harus memilikimu..  Melihat mu dari kejauhan saja aku sudah sangat bahagia..  Sayang.. Terima kasih karna pernah menjadi bagian dari hidupku dan membuatku bahagia walaupun hanya sementara..  Maaf karna mungkin aku menyakitimu dengan kata kata perpisahan yang memang seharusnya tidak terjadi..  Berbahagialah sayang.. Aku menyayangimu sungguh dengan tulus..  Dari :  Yang belum bisa move on  ...

Pertemuan Singkat

pagi ini, angin berhembus menerbangkan helaian rambutku. saat ini, aku berdiri ditepi hamparan laut luas nan indah ditemani cahaya matahari yang masih malu-malu menunjukkan wujudnya. melihat betapa tenang ombak menerpa tepinya menyentuh jari-jari kakiku. andai.. andai saja aku bisa membuang memory kejadian masalalu ku bersamaan dengan ombak yang terbentang luas dilautan. "sendirian aja?" "gak baik loh, cewek sendirian ditepi pantai, apalagi sambil nangis" aku tetap diam "saya temani sampai kamu lega dan berhenti menangis" aku menangis. menangisi masa lalu yang tak dapat terulang. sungguh miris memang. untuk apa mengingat masalalu yang tak seharusnya aku ingat. "menangislah sampai kamu puas, tapi setelah ini tolong jangan buang air matamu untuk kesekian kalinya untuk hal yang sama seperti ini. karna, kamu harus tau ari mata mu lebih berharga dari dia yang telah menyakitimu" aku menoleh padanya, memperhatikannya yang menatap lurus kedepan....